Ijinkanlah aku (bertugas) ke Afghanistan
Si ondel-ondel ini masih ingat benar akan perasaan itu.. sebuah perasaan dimana dada ini sesak seperti bernafas dalam ruagnan yang penuh dengan asap. Ruangan dimana debu-debu itu ramai beterbangan dan cahaya didalamnya mulai meredup.. ya, seperti berada dalam ruangan dengan jendela kisi-kisi dimana sinar mentari dari luar menunggukan waktunya untuk terbenam sehingga sang terang beranjak melangkah mempersilahkan kegelapan untuk masuk merajai si ruang. Ya, seperti itulah rasanya.. kupicingkan mata, kutajamkan fokus retina ini, sedemikian agar daya penglihatan bisa semakin jelas, akan kemana kedua kaki dan diri ini dibawa.
 |
| Semoga Gusti Alloh memudahkan upaya manuver karirku.. |
Dalam setiap tarikan nafas, kusebutkan lafad illahi, kupejamkan kedua mata ini sekali-kali, berupaya mengumpulkan kembali imaji dalam benak ini akan banyak hal yang terindah dalam hidup. Imaji akan manisnya senyummu, hangatnya sapa mesramu, imaji akan gambaran gelak-tawa ketiga malaikat kecil kita.
 |
| 3 Malaikat kecilku: Alif, Arjuna dan Abigail |
Ya, dalam pejaman mata itu kulihat jelas imaji itu sejernih seakan berada disebelah mereka. Kumpulan imaji itu adalah sebuah bahan bakar kalbu yang penting, yang mampu mendorong diri dan membakar semangat dalam raga ini agar mampu melakukan lompatan kedepan, berlari kuat agar dapat maju lebih dekat lagi dengan cita dan impian. Ya, impian kita bersama dimana setelah perjuangan ini, si Ondel-ondel ini akan berada terus disamping mereka tanpa meninggalkannya barang sekejap masa pun.
Hidup adalah sebuah perjalanan, dimana lika-liku, tebing terjal nan menanjak, lalu kemudian muncul sebuah jurang curam nian diluar prakira. hanya dengan ridho Illahi, dukungan kalian, serta semangat juang inilah yang mampu membantu sedikit demi sedikit langkah itu teranjak. Mampu bangkit dari kekecewaan, kekesalan dan rasa frustrasi yang acapkali datang menyerang bergantian maupun bersamaan dari berbagai arah.
Bagi beberapa yang mungkin mengenal lama si ondel-ondel ini, maka akan memahami bahwa saat perasaan ini sudah timbul dan membuatnya frustrasi, maka mereka tidak akan heran atas langkah apa selanjutnya akan diambilnya. Dia cukup sabar dalam menjalani sebuah proses, piawai dalam bertahan menghadapi sebuah rutinitas sembari berupaya menciptakan selingan agar rasa kebosanan tidak sampai menggerogoti semangat juangnya. Dan dari beberapa yang mungkin belum begitu faham akan pola pikirnya, mungkin akan berujar: "Tidakkah kamu merasa lelah semua ini dan mencoba untuk berhenti sejenak? - saya merasa lelah hanya dengan melihatmu terus berlari..".
Tidak bisa dipungkiri bahwa argumen diatas adalah benar dan dimaklumi. Namun, dibenak ini selalu berujar: "Ayo selesaikan perjuanganmu, masih ada beberapa pencapaian lagi yang perlu dikerjakan.. dimana saat kamu berhasil melaluinya.. maka dirimu akan mendapati sebuah kapabilitas baru, cakrawala pandang yang lebih baik, kebijakan hati yang lebih membumi dan kepemimpinan yang mumpuni.. saat ini kamu masih seperti pisang setengah matang.." - mungkin itu ada benarnya juga.
Perjalanan si ondel-ondel ini, telah melalui 5 tahun tinggal dan bekerja di New York, lalu hampir 1 tahun bertugas di Iraq dicampur menjadi pengunsi saat pecah perang di negeri 1001 malam itu pada bulan Maret 2003. Tidak berhenti disitu saja, pergerakan malang-malintang masih terus ditempuhnya dengan berhasil melalui masa dinas di Liberia, Afrika Barat selamat lewat 6 tahun lamanya.
 |
| Dimanakah Liberia? - Beda, yah dengan "Siberia"? |
Apa!!?? 6 tahun di Liberia?
Kamu gila ya?
Kamu kok tahan sih?
Kamu kok cinta sekali dengan Liberia?
Ada apa disana sampai membuatmu begitu betah dengan (bertugas) di negara macam itu?
Apakah Liberia itu macam atau mendekati indahnya Perancis dengan Paris-nya? atau secanggih Tokyo? (Ada yang bisa membantu saya untuk menjawab..?).
Endurance, atau daya tahan baik itu elemen fisik dan/atau psikis nampaknya dipengaruhi besar oleh kekuatan mental, dia berada didalam pikiran dan hati yang acapkali bagi beberapa dan kebanyakan orang, mampu membuat daya tahan atau endurance seseorang mampu melalui tahapan yang mungkin kebanyakan sudah menyerah dan belum percaya diri akan dapat melaluinya.
 |
| Bersama rekan peacekeepers dari Kontingen Close Protection - AFP (Armed Forces of the Philippines) |
Ya, si ondel-ondel ini punya impian.. dan ya, dia setia terhadap impian-impian-nya, dan ia tidak mengijinkan seorangpun mencuri (impian-impian) itu darinya. Itulah mengapa ia mampu bertahan selama ini menjalani hari-hari yang penuh lika-liku bersama segala macam tantangan yang lengkap mewarnainya dari segenap perjalanan waktu itu. Impian dimana salah satunya adalah ia ingin cepat pensiun muda agar bisa mendampingi keluarga tidak lagi paruh-waktu, impian dimana salah satunya adalah membahagiakan sang pendamping, menebus waktu dan perhatian yang selama ini terjegal oleh jarak ribuan mil satu sama lain dan perbedaan waktu yang menjulang.. impian dimana kemapanan lahir dan bathin terpenuhi, impian dimana dia bisa lebih baik lagi memberikan sumbangsihnya pada komunitas dan mereka disekelilingnya. Ah, dia banyak maunya!
Bener sekali :D. tapi itulah memang karakternya.. setidaknya ia berusaha terus mewujudkan apa yang dicita-citakannya dan dari beberapa masa lampau, beberapa yang menjadi imipan-nya perlahan nampak menjadi nyata. Alhamdulillah!.
Ibarat sebuah truk tangki air yang menyalurkan pasokan air pada sebuah bak penampungan atau ember, saat sudah penuh maka air itu akan tumpah keluar tidak tertampung lagi.. maka sepertinya si Ondel-ondel ini mesti mencari ember baru untuk kemudian mengisinya lagi dengan air sehingga penuh.
Ya, dia mesti mencari tempat penampungan lain atau ember baru, mungkin ditempat yang lain.
Ya, dia harus beranjak agar lebih banyak lagi mereka yang bisa menikmati pasokan air ini.
Mungkin itulah sebabnya dia meresa sesak dadanya.. terasa panas sudah tempat duduk dimana ia berada sekarang. Seperti orang yang lama terduduk, pasti terasa panas itu kursi atau tempat duduknya sudah.. maka tibalah saatnya beranjak, dan kemudian berjalan. Tapi akan
kemana?.
 |
| Ini dia peta konflik di benua Afrika: Kemana selanjutnya melangkah? |
Peta kesempatan karir baginya, saat ini sepertinya masih akan melibatkan tanah negeri asing yang bergolak.. beberapa tawaran sepertinya belum menandakan tujuan kota seperti
Paris, New York, Bangkok dan sebagainya.. dan nama-nama yang terdengar di telinganya saat bercakap dengan para
recruiting officers itu masih berkisar seputar:
Port au Prince, Khartoum, Darfur, Nd'jamena, Bangui, Freetown, Entebbe dan
Kabul..
Kabul? -
Maksudnya Kabul, Afghanistan? - Iyah..
Afghanistan yang lagi beledag-beledug (baca: Meledak-ledak) itu? - He'eh..
Kamu becanda ya? - Enggak kok.. serius..
Jadi abis dari Liberia.. mau pindah kerja ke Afghanistan 'gitu? - Mungkin 'aja..
Ck..ck..ck.. - 'He..he.. he..
Mungkin sebelum si ondel-ondel ini bisa rampung menuntaskan perjalanan-nya, ia mesti melewati daerah-daerah 'gawat' ini dulu.. menimba ilmu, mengenyam cukup pengalaman, sebelum ia kembali dan mungkin menjadi 'seseorang' kelak.. ya, dia mungkin masih perlu 'pembinaan' agar saat nanti menjadi 'seseorang' bisa menjadi pribadi yang membumi, berpandangan luas dan faham akan banyak hal penting yang menyangkut isue global dan lokal, menjadikannya bijak dalam mengatur dan tetap membumi sebagai individu. Amin.
Impian tinggal impian.. karena ini masih merupakan impian dirinya sendiri.. apakah sang istri akan rela mengijinkan dan meridhoi manuver ini?. Apakah anak-anak akan diam saja saat mendengar ayah-nya berkata:
"Anak-anak, besok ayah pergi kerja ke Afghanistan dulu ya..".
Nampaknya ia masih belum bisa menjawab pertanyaan itu dan bahkan mengajukan pertanyaan itu. Namun, sebuah kemungkinan itu nampaknya bisa saja kejadian. Saat tangan ini memegang selembar kertas kontrak penugasan untuk ditandatangani semoga saja ridho Illahi dan keluarga juga ikut menjadi stempel persetujuan agar ia ringan langkahnya menjalani penugasan.
Change is good, and wherever one may be assigned towards fulfilling his/her duty, places or name of location may not that be that worries provided that blessings from Gusti Alloh and family are sealed within you. It may seemed that the change is heading that way, therefore I should get ready.
Bunda, ijinkanlah saya (bertugas) ke Afghanistan.. insyallah saya janji ini penugasan misi berbahaya yang terakhir yang saya ambil dan berjauhan dari kalian. Mohon doakan agar rencana manuver ini bisa menjadi sebuah pilihan yang barokah buat kita. Saya cinta banget sama kamu, dan kamu tahu benar akan hal itu.
PS: Tempo hari saat saya telepon si toko perhiasan itu, lalu dengan angkuhnya - si mbakyu penjaga toko berkata begini: "Maaf, Mas disini nggak terima nyicil"... Maka dari itu, bunda - Bila saya berhasil mendapatkan penugasan ini, kamu boleh tunjuk dan saya akan belikan cincin berlian ukuran yang paling besar di toko perhiasan itu. So help me, God! - Amiin!.
Labels: Career, Emotions, Family, Liberia, Reflection, UN Staff
Ksatrio Wojo Ireng @ Saturday, July 03, 2010
Maafkan saya, Bunda..
Rasanya sudah tidak ada kata-kata lain yang cukup ampuh lagi bagi si kampret ini untuk kesekian kalinya, tidak bisa berada disampingmu pada hari ulang tahunmu. bukan barang sekali atau dua, dirinya tidak mampu, karena alasan tugas dan situasi di lapangan tidak berkesempatan untuk mendekatkan jarak agar kedua hati ini bisa bersatu, apalagi saat hari spesial seperti ulang tahun istri tercinta. Banyak sekali kompromi dan seribu juta alasan yang berujung membuatnya selalu kehilangan kesempatan melalui bersama segudang momen-momen menting dalam kehidupan berkeluarga, termasuk itu ulang tahun anak-anak dan perayaan akbar dalam lingkup keluarga. Tiada yang bisa disalahkan kecuali si empunya diri.
Mungkin situasi dan kondisi serupa juga terjadi pada kebanyakan dari kita, para staff mission yang karena tuntutan tugas harus berada jauh dari keluarga dan kampung halaman untuk satu periode waktu.. dimana banyak sekali momentum kehidupan dalam keluarga masing-masing yang sudah pasti terlewati, dan segudang 'touch-base' akan bagaimana nikmatnya hidup dalam setting lingkungan normal.. atau paling tidak lingkungan selain 'pasca-konflik' dan/atau 'pasca-bencana'.
Si kampret ini faham sekali bahwa, telepon, internet-chat, dan segudang sms itu tidak akan mampu menggantikan hangatnya sebuah pelukan erat, hingga dirinya cukup dekat untuk merasakan detak jantung buah hatinya ikut berdentum bersamaan dengan-nya, sejuta nikmat saat jemari lentik itu berada lekat dalam genggaman dan kebahagiaan bathin yang menjulang dengan dapat membelai kasih untaian rambutnya dari dahi hingga sampai keujung.. serta renyah senyum simpul yang biasa menghiasi wajahnya... dahsyatnya gelegar senda-tawa dari ketiga anak-anak itu, termasuk rajuk-manja mereka saat mencari perhatian untuk digendong atau sekedar menemani mereka mengerjakan tugas sekolah dan lain sebagainya.
Ah, memang.. kali ini si kampret ini harus mengakui dahsyatnya cengkraman kalbu yang senantiasa membuatnya rontok menjadi berkeping-keping, terutama saat senja menuju malam menjelang di langit yang mana faktanya ia berada ribuan mil jaraknya dengan mereka yang terkasih.
Faham sekali bahwa, meski perayaan ulang tahun adalah sekedar pergantian hari dari hari Senin kepada Selasa, Rabu, Kamis, dan seterusnya. Namun kehadiran sosok yang berperan penting dalam hidupnya, akan bermakna sejuta rasa dan pelepas penat segala tekanan psikis yang mungkin selama ini menderamu, selama si kampret ini berada jauh dari pelukan. Ia mengerti akan segudang pintamu, dari permohonan yang merajuk hingga meningkat terus pada seruan lantang agar dirinya segera bisa berada disebelahnya mendampinginya bersama anak-anak, bukan hanya untuk sepanjang masa cuti dari dinas untuk 2, 3 atau maksimal 4 minggu saja.
"Saya tidak ingin kamu pergi.. kita butuh kamu ada disini setiap hari.. mereka perlu kehadiranmu dan bimbinganmu dalam keseharian mereka.. "
Dan sederet seruan-seruan itu dimana kesemuanya adalah sejumlah argumen yang sangat normatif, lumrah dan sah hukumnya.
Bun, maafkan saya.. untuk kesekian kalinya saya tidak bisa hadir disebelahmu saat dirimu berulang tahun..
Bun, ketahuilah bahwasanya tiada hari berlalu tanpa imajimu dan 3 malaikat kecil itu didalam benak dan hati ini..
Bun, mohon selalu doakan saya dalam setiap pintamu pada Gusti Alloh.. agar manuver saya kedepan ini bisa dimudahkan..
Agar, kedua tangan ini mampu memelukmu erat setiap hari..
Agar, hatimu berada dalam gundah.. dirimu dapat bersandar di dada ini..
Saat, derai air mata itu dapat segera kusapu pergi dari wajahmu..
Saat, anak-anak bertanya akan ayahnya, dirimu bisa menjawab: Ayah sebentar lagi pulang..
Di hari ulang tahunmu.. tentunya saya senantiasa mendoakan agar dirimu;
Terus dianugerahi umur yang barokah..
Senantiasa berada dalam keimanan dan mampu menjalankan ibadahmu dengan baik..
Bersabar dalam mengurus Alif, Abigail dan Arjuna, dengan segala kerepotan yang menyertainya..
Tegar menghadapi tantangan yang dating dalam keseharianmu disana..
Ikhlas mendoakan yang terbaik untuk perjuangan saya disini..
Ridho menjaga cinta, rumah tangga dan perkawinan kita sampai dalam waktu dekat ini saya bisa kembali berada satu atap dengan kalian..
Sepenggal klip ini saya persembahkan buatmu, agar dirimu faham bahwa sumbangsihmu amat sangat berarti, dankiranya berkenan untuk terus bisa tulus menjadi pendamping saya, sambil saya berusaha dalam manuver karir ini kedepan agar bisa bersama kembali.
Kiranya gusti Alloh paring memuliskan pinta saya dan dirimu agar kita bisa bersama kembali.. dan semoga dirimu mau menerima permintaan maaf saya kali ini. Saya sangat mencintai kalian sepenuh jiwa dan raga ini, ddan dirimu tahu benar akan hal itu.
PS: Saya janji akan segera membelikan cincin berlian yang dirimu tunjukkan tempo hari itu. Mohon khabari kalau si toko berlian itu terima cicilan :D
Labels: Emotions, Family, Love
Ksatrio Wojo Ireng @ Thursday, June 03, 2010