
Celana dalem longgar
Lelah dan penat sudah diri ini melalui hari..
Kesana-kemari tak kunjung berhenti..
Sekejap diri ini hanya bisa menghela kala menggigit jari..
Akankah kepuasan hati dapat diraih diakhir mentari..
Terpesona diriku pada sebuah angan..
Dikala diri berada ditengah belai tangan..
Jemari jentik tergulai terbang ke awan..
Apa daya impian hanya tinggal angan..
Hanya tersisa sepotong celana dalam longgar..
Ya sepotong celana dalam longgar..
Menemani malam diatas ranjang lebar..
Hembus semilir angin malam menjalar..
Menyelimuti hati yang sepi dan datar..
Ah, sudahlah, jangan hanya berujar..
Didepanmu terbuka jalan dan pilihan lebar..
Hidup ini sebenarnya penuh kelakar..
Kelakar membuatmu sabar, atau membakar..
Semua tergantung apakah cukup sabar..
Kalbu ini memilih untuk bersandar..
Dalam impian yang terasa mulai pudar..
Ya, Sepotong celana dalem longgar..
Membalut rapi tubuh yang sudah mulai melar..
Penuh dengan gores luka memar..
Ah, sudahlah..jangan hanya berujar..
Didepanmu terbuka peluang besar..
Bukalah tanganmu keAtas dalam pinta dan sabar..
Agar dibuka pintu maaf dan anugerah yang lebar..
Ya Allah, salah dan dosa hambamu ini besar..
Amat besar lebih dari bayangan sadar..
Janganlah kiranya Engkau membiarkan diri terlantar..
Hanya memiliki bekal sepotong celana dalam longgar..
Jadikanlah diri ini hamba penuh syukur dan sabar..
Andai asa ini hanya tersisa hingga ba’da Ashar..
Ampunilah salah dan dosa terhindar An-Nar..
Masuk dalam pintu syurgamu terbuka lebar..
Amiin..
Ksatrio Wojo Ireng @ Friday, August 12, 2005
Luigi Pralangga, a UN staff member, currently serving the peacekeeping mission in Liberia - West Africa.


Copyright©2006
[My African Journey]
All rights reserved.
Reproduction in whole
or in part without permission
is prohibited.