logo
and the story continues...

pralangga.blogspot.com

  My Peacekeeping Journey...
pralangga.org

Bun, saya rindu banget sama kamu, tau!


Cinta, berjuta cara mengungkapkannya, beribu bahasa untuk menyampaikannya dan tidak akan habis ia dibahas semalam-suntuk. Memang begitulah adanya, terutama buat mereka yang tengah diterpa dahsyat badai cinta, apapun nampak indah dan menyenangkan.

Ya, saya masih ingat sekali dikala saat dahulu saya jatuh cinta.. semasa masih duduk di bangku SMA, ya betul sekali! Dia adalah anak kelas 3 SMP, sekolah di gedung yang sama hanya masuk jadwal sekolah pagi. Kita hanya berpapasan sesekali disaat ia hendak pulang dan saya baru saja mulai belajar.

Jaman itu, email belumlah terlahir, yang ada hanya bertukar surat. Berkat jasa baik seorang sahabatnya dititipkannya si surat darinya kepada si Kampret ini. Ia belum cukup berani untuk berkata langsung dan/atau menyampaikan sendiri.. norak memang, kalau dilihat dengan kacamata jaman sekarang ini.

Namun buat saya, waktu itu perasaan ini amat dibuat dag-dig-dug nggak puguh tiap kali menerima si surat itu, selama jam pelajaran pun dibuatnya tidak tenang, karena ingin segera mengetahui isi tulisan yang tertera dilembaran kertas itu. Alasan pergi ke wese-lah, hanya untuk sekedar membaca suratnya. (Halah!)

Waktu berlalu tanpa terasa, tahun demi tahun berjalan tanpa menunggu, cinta dan berjuta rasa yang terlibat dalam urusan itu memang tak akan terasa cukup baik untuk dijelaskan dengan untaian kata.

Cinta pertama dan jodoh, memang acapkali harus melalui perjalanan yang sengit dan berliku, tidak dipungkiri kalau memang dalam mencari belahan jiwa ditengah belantara dunia ini, pengalaman jatuh–bangun-jatuh-lagi dan demikian selanjutnya cukup banyak membuat diri ini menjadikannya matang, dewasa dan bisa mulai bijak.

Kini, saya tahu lebih baik ketimbang dulu, bahwa si Cinta itu tidaklah pergi jauh, dia ada disini, didalam hati meski dua biduk ini berada dalam jarak yang menjulang.



Di suatu sore, kira-kira 3 hari yang lalu, saya memutuskan untuk pergi keluar dari kantor selagi matahari masih menampakkan cahaya ke-emasannya. Saat itu pukul 5 sore, dan cahaya ke-emasan-nya masih terasa silau, berjalanlah keseberang dimana sebuah resto yag bernaung dipinggir pantai itu berada hanya kurang dari 100 meter.

Ya, saya butuh terapi.. mendekatkan diri dengan alam, lepas bebas dari tamparan sinar layar monitor itu dan ngabur menatap layar dengan pemandangan yang jauh lebih megah... dengan debur ombak yang tiada lelah mendera pantai Monrovia.

Membentang pandangan jauh kedepan samudra atlantik, duduklah diri ini diatas hamparan pasir pantai nan luas.. butiran-butiran pasir pantai itu masih terasa hangat pada telapak kaki ini. Sepanjang mata ini memandang, gulungan ombak itu seakan menyapa selamat datang, menghantarkan imaji yang terus bergulir-mundur, mencari berkas-berkas perjalanan cinta kembali ke beberapa dekade lampau.

Senyum.. dan berkerut dahi ini dibuatnya.. merunut bagaimana masa-masa itu dilalui. Ya, semua orang pasti punya kenangan, termasuk itu bagaimana ia berkenalan dengan apa yang orang sebut dengan cinta.. sebuah rasa yang aneh, memang.. namun ia hadir melengkapi kehidupan setiap orang.. menjadikannya dewasa melalui warna yang disajikannya. Lalu lalang orang melintas, sama sekali tidak terhiraukan. Meski kedua mata ini terbuka lebar berlindung dibalik teduhnya sepasang kacamata penyejuk silau.. tidaklah membuat show-reel itu berhenti berputar...

Kenangan lampau adalah bak sebuah sauh (Baca: Jangkar) pada biduk yang berlayar, yang memandunya dikala rehat sejenak dari riaknya dera gelombang. Tidaklah ia boleh menghambat laju bahtera mengarung samudra, maka dibongkar/tariknyalah sauh itu untuk kemudian berlanjut.

Namun satu hal yang saya faham benar adalah, cinta saya menunggu diseberang samudera sana, menghitung hari berbalut doa dan harap. Hingga kedua tangan ini bisa bertemu memeluknya dengan erat... maka berlayarlah bahtera ini mendekatmu.


Bun, saya rindu banget sama kamu, tau!

Ksatrio Wojo Ireng @ Sunday, June 08, 2008

Profile

Luigi Pralangga, a UN staff member, currently serving the peacekeeping mission in Liberia - West Africa.

Messages


Polling

Just Updated

Archieves

Links

The Additionals



Becoming UN Volunteer? Come here!




Enter your Email


Preview | Powered by FeedBlitz



Copyright©2006
[My African Journey]
All rights reserved.
Reproduction in whole
or in part without permission
is prohibited.

hits.